Jangan Salah Beli, Ini 5 Cara Verifikasi Keaslian iPhone di Ecommerce

Menemukan iPhone bekas di e-commerce umumnya merupakan jalan ninja bagi pecinta produk Apple (Apple fanboy) yang memiliki anggaran sedang.

Belum lagi fitur Paylater yang menawarkan e-commerce seperti Tokopedia dan memudahkan pembelian produk Apple.

Menjadi Tokopedia Paylater itu mudah. Anda hanya perlu mengunduh aplikasi Kredivo dari Google Play Store atau App Store lalu mendaftar sebagai akun premium.

Setelah akun terverifikasi, layanan paylater akan otomatis aktif di Tokopedia. Anda bisa mengambil cicilan HP dengan bunga nol persen untuk jangka waktu 3 bulan atau bunga 2,6 persen per bulan untuk cicilan hingga 12 bulan.

Meski demikian, membeli produk Apple tetap membutuhkan perawatan khusus. Karena tidak sedikit penjual yang menawarkan produk dengan harga murah, namun tidak ada barang asli atau palsu. Terutama pada produk iPhone.
Berita Terkait: Ini adalah kebocoran Apple Iphone 13 ketika dirilis pada tanggal 14. Warna pinknya ada?

Nah, agar Anda tidak tersesat atau tertipu, berikut tips mengecek iPhone Anda setelah memesan dari e-commerce.

Saat membeli iPhone di e-commerce, hal pertama yang harus diperiksa adalah IMEI. Tanyakan kepada penjual IMEI ponsel yang ingin Anda kirim, atau Anda dapat memeriksa IMEI iPhone setelah barang sampai.

Untuk mengecek IMEI Anda bisa mengecek nomor yang tertera di belakang box atau melalui menu setting.

Verifikasi dapat dilakukan melalui website resmi Apple atau melalui website Kementerian Perindustrian (Kemenperin) di https://imei.kemenperin.go.id/.

Ketika informasi terdaftar muncul, dapat dipastikan bahwa iPhone tersebut asli.

Faktanya, semua iPhone asli hadir dengan garansi resmi Apple selama satu tahun. Namun, jika iPhone yang Anda beli sudah tidak bergaransi, Anda masih dapat memeriksa garansi di https://checkcoverage.apple.com/us/en/.

Nantinya, Anda akan diminta untuk memasukkan nomor IMEI di kotak atau pengaturan iPhone. Jika informasi yang diberikan memadai, situs web akan menampilkan detail model iPhone, masa garansi yang tersedia, kapasitas, dan warna iPhone.

Dengan memeriksa kode model iPhone, tidak hanya keaslian tetapi juga kondisi iPhone yang sebenarnya.
Berita Terkait : Apple Diam-diam Berikan Paten Iphone Material All-Glass?

Sekadar informasi, Apple memiliki dua produk iPhone yang beredar di pasaran, yakni versi official dan refurbished.

Versi resmi adalah produk yang diproduksi langsung dari pabrik, sedangkan yang diperbaharui adalah produk yang ditarik kembali dan diperbaiki karena cacat selama produksi.

Pada versi refurbished, Apple juga memberikan kode yang berbeda dari versi resminya. Untuk mengetahuinya, Anda dapat membuka mode pengaturan, pilih menu umum, lalu klik opsi “Tentang”. Kemudian cari kata-kata nomor model dan kemudian inisial pada model.

Jika ada kode M, iPhone adalah perangkat baru. Kode F berarti versi yang diperbaharui, kode R berarti perangkat pengganti dan kode P berarti perangkat pribadi.

Namun jika keempat kode tersebut tidak muncul, maka Anda perlu mengajukan komplain karena iPhone adalah produk palsu.

iPhone telah menyematkan teknologi retina display dari iPhone 4 hingga iPhone 13. Teknologi ini membuat kerapatan layar iPhone sangat tinggi sehingga dapat menghasilkan gambar yang jernih.

Jika iPhone yang Anda beli memiliki tampilan matte dan tidak menampilkan warna-warna cerah, kemungkinan besar iPhone tersebut palsu. Kemungkinan ini juga dapat ditingkatkan jika piksel layar terlihat redup.
Berita Terkait: iPhone 13 menjadi ponsel paling dicari di 2022

Hal terakhir yang perlu Anda lakukan adalah merekam semua kegiatan unboxing. Mulai dari menunjukkan IMEI, nomor model, spesifikasi bagian luar layar dan suara, hingga seluruh proses verifikasi keaslian iPhone.

Dengan cara ini Anda memiliki bukti jika iPhone yang dikirim oleh penjual ternyata palsu atau tidak sesuai dengan pesanan. Dengan cara ini Anda dapat menukar atau mengembalikan jumlah yang dibayarkan.

Sumber :